Juri Rakyat

20 Agt 2014

9 Makanan ini bikin cepat langsing!

9-makanan-ini-bikin-cepat-langsing
Bagi beberapa orang, menurunkan berat badan bisa jadi hal yang sulit dan hampir mustahil untuk dilakukan. Tak sekedar keinginan yang kuat, menurunkan berat badan harus dilakukan dengan cara diet yang tepat dan sehat. Jangan hanya mengandalkan diet dengan membatasi makanan yang dikonsumsi, namun konsumsi juga makanan yang bisa membantu menurunkan berat badan.
Selain mengonsumsi makanan yang rendah kalori, kaya karbohidrat dan nutrisi, beberapa makanan berikut ini juga bisa membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan kekebalan tubuh.

1. Tomat
Buah tomat dan tomat ceri atau tomat yang berukuran kecil diketahui memiliki tingkat kalori yang sangat sedikit. Untuk itu, baik buat tomat maupun buah tomat ceri sangat cocok dikonsumsi saat sedang berdiet dan akan membantu menurunkan berat badan.

2. Putih telur
Suka dengan telur tetapi sedang berdiet? Jangan khawatir, Anda masih tetap bisa menikmati telur dua kali sehari. Namun konsumsi hanya putih telurnya saja dan bukan bagian kuning telurnya. Karena kuning telur mengandung banyak kalori dan kaya akan kolesterol jahat.

3. Mentimun
Mentimun adalah salah satu makanan penting yang bisa membantu menurunkan berat badan dengan cepat. Sayuran ini hanya memiliki 45 kalori dan sebagian besar berisi air dan sodium yang baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

4. Sambal pedas
Jika ingin cepat kurus, sebaiknya pilih sambal pedas daripada sambal tomat. Akan lebih baik jika Anda mengonsumsi sambal yang dibuat sendiri dari cabai segar yang pedas dan bukan sambal kemasan.
5. Udang
Udang merupakan salah satu makanan yang mengandung sangat sedikit daging dan kalori. Satu ekor udang hanya memiliki delapan kalori saja. Karena itu, mengonsumsi udang akan membantu Anda menurunkan berat badan karena hanya mengandung sedikit kalori.
6. Ceri
Buah ceri adalah salah satu jenis buah yang baik dikonsumsi saat diet. Buah ceri yang kaya nutrisi dan bisa meningkatkan kekebalan tubuh ternyata hanya mengandung sedikit kalori, yaitu sekitar 50 kalori. Tak hanya tubuh yang semakin bugar, Anda pun bisa lebih cepat kurus.

7. Brokoli
Brokoli dikenal sebagai sayuran yang pahit namun bernutrisi tinggi. Antioksidan yang ada di dalamnya pun diketahui bisa menjaga kebugaran tubuh dan menangkal kanker. Namun tak hanya itu, brokoli ternyata juga memiliki khasiat menurunkan berat badan.

8. Kubis
Kubis adalah salah satu sayuran yang kaya antioksidan seperti vitamin C yang baik untuk meningkatkan kekuatan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, kubis juga baik untuk menurunkan berat badan dengan cepat. Namun sebaiknya jangan mengonsumsi kubis terlalu banyak karena bisa meningkatkan produksi gas dalam lambung.

9. Raspberry
Buah raspberry hanya mengandung sedikit kalori, yaitu sekitar 31 persen dari gula. Karena itu, raspberry juga disebut sebagai salah satu buah yang sangat cocok untuk dikonsumsi saat berdiet karena bisa menurunkan berat badan dengan cepat.
Itulah beberapa makanan yang bisa dikonsumsi untuk membantu Anda menurunkan berat badan. Berolahraga dan aktif saja tak cukup, Anda juga harus memperhatikan pola makan. Pilih yang bisa menunjang diet seperti makanan di atas.

5 Olahraga Terunik dan Lucu di Dunia


Biasanya olahraga yang sering kita saksikan di TV atau media lainnya adalah sepakbola, badminton, volly, renang dan lain-lain, tapi pernahkah anda menikmati olahraga yang unik, yang tentunya berbeda dengan yang lain?.
Berikut 5 olahraga paling unik di dunia.

1. Chess Boxing(Catur Tinju)

Olagraga catur tinju ditandingkan dalam 11 babak, dimulai dengan main catur dulu selama 4 menit, kemudian main tinju 3 menit begitulah seterusnya. Pemenangnya adalah yang membuat lawan KO/skakmat, permainan ini terinspirasi dari sebuah komik.

2. Blind Soccer (Sepakbola Buta)

Sebagaimana kita maklumi, bahwa Inggris terkenal dengan pemain-pemain hebat dalam bermain sepakbola. Karena terlalu cintanya terhadap permainan sepakbola, mereka pun mengadakan sepakbola yang unik, yang kemudian diikuti oleh beberapa negara yang juga jago bola seperti Argentina, Perancis, Spain, Brazil dan lain-lain.
Setiap Tim terdiri dari 5 pemain, 4 orang menggunakan penutup mata dan 1 orang tidak menutup matanya, dialah kiper. Pemain diarahkan oleh satu orang dari belakang gawang. Permainan ini juga disebut ‘Voy’ yang artinya saya disini.

3. Unicycle Hockey (Hoki Sepeda Satu Roda)

Bersepeda merupakan sebuah olahraga yang sudah sering dilakukan orang banyak, tapi tidak semua orang bisa melakukan itu. Butuh latihan yang tidak sebentar untuk menguasai bersepeda satu roda, karena keseimbangan harus benar-benar terlatih untuk melakukan Unicycle Hockey ini. Ibarat sebuah sirkus olahraga unik ini dapat menghibur yang menontonnya dengan aksi-aksi yang memukau dari para atlet sepeda satu roda ini.

4. Hockey Water(Hoki Air)

Olahraga ini mengharuskan atletnya untuk menyelam, perlengkapan snorkeling dan topi renang harus dipakai selama pertandingan berlangsung, tapi bagi yang ingin menonton tidak perlu nyebur ke air, karena biasanya ada videografer yang siap mengabadikan semua momen secara live dari dalam air.

5. Cycle Soccer (Sepeda Bola)

Permaian ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1983 oleh Nicholas Edward Kaufmann. Orang Jerman menamakan olahraga unik ini radball. Permainan ini terdiri dari 2 orang dalam satu Tim yang mengendarai sepeda tanpa rem freewheel, setiap tim membawa dan menggiring bola menuju gawang lawan dan menendang bola harus pakai ban sepeda, bukan pake kaki.

29 Jul 2014

Cerita Rakyat - Asal Mula Gunung Kidul


Cerita Rakyat - Asal mula Gunung Kidul terjadi pada masa berdirinya Kesultanan Yogyakarta. Kala itu yang menjadi raja adalah Sultan Hamengku Buwono I. Pada waktu pemerintahannya, daerah sepanjang pesisir Laut Selatan masuk ke dalam wilayah Kesultanan Yogyakarta. Namun, pada waktu itu namanya bukan Gunung Kidul, tetapi Sumengkar. Karena wilayahnya sangat luas, daerah Sumengkar dipimpin oleh seorang adipati. Oleh karena itu, disebut daerah Sumengkar. Lalu mengapa Kadipaten Sumengkar kemudian berganti nama menjadi Kadipaten Gunung Kidul? Ceritanya sebagai berikut:
Pada suatu hari, di Kadipaten Sumengkar sedang diadakan sebuah pertemuan yang sangat penting. Pertemuan itu dipimpin oleh Adipati Sumengkar sendiri, yaitu Adipati Wironegoro. Saat itu, Sang Adipati dihadapkan oleh orang-orang kepercayaannya, seperti Patih Panitipraja, Rangga Puspowilogo, Panji Semanu Harjodipuro, dan para punggawa Kadipaten Sumengkar lainnya. Namun, sampai sekian lama para punggawa itu menunggu, Adipati Wironegoro belum juga memulai pertemuan.
“Gusti Adipati, kami semua menunggu perintah. Masih adakah hal yang mengganggu sehingga pertemuan ini tidak segera dimulai?” tanya Patih Panitipraja memberanikan diri.
“Benar, Patih. Aku masih menunggu Demang Piyaman Wonopawiro. Tidak biasanya dia datang terlambat,” jawab Adipati Wironegoro.
“Ah, apakah perlunya kita menunggu dia. Tanpa dia pun Kadipaten Sumengkar tetap akan berjalan, Gusti,” sambung Rangga Puspowilogo tidak senang.
“Aku mengerti maksudmu, Puspowilogo. Tetapi pertemuan ini penting sekali. Aku ingin semua punggawa Kadipaten mendengar sendiri titah Kanjeng Sultan Yogykarta Hadininingrat,” ujar Adipati bijaksana.
Rangga Puspowilogo yang mendengar jawaban junjungannya itu tampak tidak senang. Namun, tidak berani membantah lagi.
“Baiklah, kita tunggu sebentar lagi saja Demang Piyaman. Kalau tidak datang, kita tinggalkan saja dia,” lanjut Adipati mengambil jalan tengah.
Akhirnya, setelah ditunggu beberapa saat Demang Piyaman tidak kunjung datang, pertemuan di Kadipaten Sumengkar itu pun dimulai.
Adipati Wironegoro segera menyampaikan titah Sultan Hamengku Buwono kepada segenap punggawa yang hadir. Isi pokok dari titah Sultan Yogyakarta itu adalah agar ibu kota Kadipaten Sumengkar dipindahkan ke hutan doyong. Alasan perpindahan ibu kota itu atas dasar petunjuk yang diterima Kanjeng Sultan ketika sedang meditasi di masjid. Jika sampai ibu kota Kadipaten Sumengkar tidak dipindahkan, maka akan menyebabkan bencana. Bukan hanya Kadipaten Sumengkar sendiri yang mengalami bencana, melainkan Kesultanan Yogyakarta keseluruhan.
Mengingat ancaman malapetaka yang bakal menimpa itulah, Kanjeng Sultan Yogyakarta memerintahkan Adipati Wironegoro untuk secepat mungkin melaksanakan peritahnya.
“Nah, perintah Kanjeng Sultan cukup jelas. Sekarang siapa di antara kalian yang akan berangkat melaksanakan tugas negara ini, membabat alas doyong?” tanya Adipati Wironegoro.
Segenap yang hadir hanya bisa terdiam mendengar perintah itu. Mereka semua perlu bertanya lagi, apa artinya membabat hutan nangka doyong. Jangankan membabat, baru mengusik saja resikonya adalah mati.
“Bagaimana dengan dirimu, Rangga Puspowilogo. Kamu adalah benteng dan panglima perang Kadipaten Sumengkar?” tanya Adipati Wironegoro sambil menatap tajam Rangga Puspowilogo.
Wajah Rangga Puspowilogo pucat, lalu katanya,” Ampun beribu ampun, Gusti Adipati. Bukan niat hamba untuk menolak titah Gusti Adipati, tapi hamba benar-benar tidak mau mati sia-sia di tangan para jin penunggu hutan nangka doyong.”
Mendengar jawaban punggawanya itu, Adipati Wironegoro tampak tidak senang dan menahan marah.
“Meski begitu, hamba ada usul, Gusti. Biarlah Demang Piyaman Wonopawiro yang menjalankan tugas itu. Semua ini adalah bentuk hukuman pada dia, Gusti …!”
“Tutup mulutmu Puspowilogo. Engkau sendiri tidak sanggup mengemban tugas. Jangan melemparkan tanggung jawabmu pada orang lain,” sahut Adipati bertambah murka.
Segenap yang hadir jadi terdiam. Mereka menyalahkan Rangga Puspowilogo yang berkata sembarangan. Sementara Adipati Wironegoro bertambah murka, di samping karena sikap Puspowilogo juga karena mengingat betapa besar dosa Kanjeng Sultan jika sampai gagal menjalankan tugas. Tidak mengherankan jika suasana pertemuan itu tampak menjadi hening. Semua tenggelam dalam pikirannya masing-masing.
“Baik. Kalau tidak ada punggawa Kadipaten Sumengkar yang pemberani, aku sendiri yang akan menunaikan tugas!” kata Adipati Wironegoro geram.
“Jangan ….. Jangan, Gusti. Biarlah hamba yang akan menjalankan tugas negara ini! Kata seseorang yang baru masuk dan menyembah dengan hormat. Dia adalah Demang Piyaman Wonopawiro.
“Demang …! Benarkah engkau sanggup membabat hutan nangka doyong itu …,” seru sang Adipati dan seakan tidak percaya.
“Benar, Gusti Adipati. Biarlah hamba yang akan menjalankan tugas negara itu …”
“Kamu tidak takut mati?”
“Untuk negara, hamba rela mengorbankan jiwa dan raga, Gusti,” jawab Demang Wonopawiro.
Adipati Wironegoro sangat berkenan dengan jawaban Demang yang masih muda namun pemberani itu. Sang Adipati pun berjanji, jika Demang Piyaman itu berhasil menjalankan tugas negara, maka anugerah yang besar akan diberikan kepadanya.
“Ampun, Gusti Adipati. Bukan hadiah yang hamba harapkan, namun hamba memang ingin menjalankan tugas negara”, lanjut Demang yang rendah hati itu.
“Baik. Apapun alasanmu, aku sangat menghargainya. Nah, sekarang persiapkan segala sesuatunya dan berangkatlah. Doaku menyertaimu,” kata Adipati lagi.
Akhirnya, Demang Wonopawiro berangkat menjalankan tugas. Sebelum memasuki kawasan hutan nangka doyong yang angker, Demang Wonopawiro mengkhususkan diri untuk singgah di kediaman Ki Nitisari, saudaranya, yang tahu banyak tentang hutan nangka doyong.
“Dimas, bukan sebuah pekerjaan yang mudah untuk membabat hutan nangka doyong. Salah sedikit nyawa sebagai taruhannya,” kata Ki Nitisari mengingatkan saudaranya.
“Lalu apa yang harus saya lakukan, Kang Mas?”
“Nanti tepat tengah malam, aku akan menyertai dimas untuk bertemu dengan penguasa hutan nangka doyong,” jawab Ki Nitisari.
Tepat tengah malam, dua bersaudara itu nekat menerobos tengah malam dan angkernya hutan nangka doyong. Keduanya terus melangkah tak memedulikan banyaknya godaan dan serangan para jin di sepanjang jalan. Akhirnya, setelah sampai di tengah belantara keduanya segera bertapa di bawah pohon nangka tua yang sudah hampir roboh (doyong).
Empat puluh hari empat puluh malam keduanya bertapa, memohon petunjuk dan pertolongan kepada Yang Mahakuasa. Selama itu pula, keduanya tabah menghadapi serangkaian teror dari para jin penghuni rimba. Namun, akhirnya para jin penghuni rimba itu harus lari terbirit-birit tak kuasa menghadapi kesaktian kedua punggawa Kadipaten Sumengkar. Kemudian muncullah Nyai Gadung Melati sebagai utusan resmi Ratu Laut Kidul menemui keduanya.
Melalui utusannya itu, penguasa Laut Kidul dan yang berkuasa pula atas hutan nangka doyong merelakan hutan di bawah kekuasaannya itu dijadikan daerah kadipaten menggantikan Kadipaten Sumengkar. Namun, penguasa semua bangsa jin di Laut Kidul itu mengingatkan agar dalam membabat hutan tidak berlaku sembarangan dan kelak nama daerah yang baru itu hendaknya memakai nama “Kidul”.
Sejak itulah hutan nangka doyong yang telah menjadi daerah baru kemudian dinamakan Gunung Kidul oleh Sri Sultan Hamengku Buwono. Nama itu bertahan sampai sekarang. ***

Tradisi Unik Perayaan Idul Fitri di Indonesia


Perayaan Hari Raya Idul Fitri pasti identik dengan bersalam dan bermaaf-maafan, namun di beberapa daerah di bawah ini, suasana perayaan hari Lebaran terkesan unik dan seru. Penasaran? Berikut adalah beberapa daerah di Indonesia yang menggelar tradisi unik setiap Hari Raya Idul Fitri 

1. Grebeg Syawal – Yogyakarta
Grebeg syawal adalah tradisi “menggerebeg” gunungan yang berisi kacang panjang, cabai, dan hasil bumi lainnya. Tradisi ini dilakukan setiap tanggal 1 syawal sebagai perwujudan sedekah dari Sultan kepada rakyatnya. Masyarakat berebut mendapatkan isi dari gunungan karena dipercaya dapat mendatangkan berkah dan ketentraman bagi siapa saja yang mengambilnya.

2. Bakar Gunung Api – Bengkulu
Menyusun batok kelapa seperti tusuk sate sehingga membentuk gunungan, lalu membakarnya itulah maksud dari tradisi ini. Tradisi ini dilakukan oleh Suku Serawak, dipercaya bahwa batok kelapa menyimbolkan ucapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan juga doa bagi arwah keluarga agar hidup tentram di akhirat.

3. Ilo Sanggari – Dompu, Nusa Tenggara Barat
Sebelum adanya penerangan seperti lampu, warga Dompu menyambut hari Lebaran dengan membakar ilo sanggari atau lentera. Warga percaya bahwa dengan membakar ilo sanggari akan mengundang malaikat dan roh leluhur yang akan memberikan berkah di hari Lebaran keesokan harinya. Namun sekarang, tradisi ini jarang dilakukan karena lentera sudah jarang digunakan.

4. Harus Makan! – Papua
Jika Anda akan berlebaran di Papua, Anda harus siap dengan perut kosong! Karena setiap Anda berkunjung ke rumah kerabat di sana, maka Anda harus ikut menyantap hidangan khas Lebaran yang disediakan oleh tuan rumah. Jika tidak, Anda akan di cap tidak sopan.

5. Perang Topat – Pulau Lingsar, Lombok Barat
Tradisi ini biasa dilakukan satu minggu setelah solat eid. Kegiatannya berupa perang topat dimana warga sekitar saling melempar ketupat satu sama lain. Tradisi ini dipercaya dapat mengabulkan doa-doa mereka yang telah dipanjatkan di Hari Raya Idul Fitri.

6. Meriam Karbit – Pontianak
Malam Takbiran menjadi sangat menakutkan di Pontianak karena suara meriam akan berdentum semalaman. Meriam berukuran jumbo yang terbuat dari batang kayu ini biasa dipasang di tepian sungai Kapuas. Dahulu, meriam ini dinyalakan untuk mengusir kuntilanak, namun sekarang itu dinyalakan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.

7. Ngejot – Bali
Nyama selam adalah sebutan penduduk Bali yang beragama Hindu kepada kerabat mereka yang beragama Islam. Menjelang Hari Raya Idul Fitri warga muslim menggelar tradisi “ngejot” atau membagi-bagikan makanan kepada masayarakat sekitar tanpa membeda-bedakan agama yang dianutnya. Sehingga tercipta keharmonisan saat hari Lebaran nanti.

8. Kenduri Lebaran – Katapang, Kalimantan Barat
Tradisi kenduri Lebaran adalah tradisi berkunjung ke rumah kerabat lalu membacakan doa dirumahnya. Kegiatan ini biasa diiringi dengan tradisi “ketupat colet” yaitu cara memakan ketupat yang berbeda dengan biasanya. Ketupat yang sudah dipotong-potong tidak boleh dimakan langsung menggunakan sendok dan lauk pauk, melainkan “dicolet”.

21 Jul 2014

Cerita Rakyat Jawa tengah - Timun Mas

Pada zaman dahulu, hiduplah sepasang suami istri petani. Mereka tinggal di sebuah desa di dekat hutan. Mereka hidup bahagia. Sayangnya mereka belum saja dikaruniai seorang anak pun.

Setiap hari mereka berdoa pada Yang Maha Kuasa. Mereka berdoa agar segera diberi seorang anak. Suatu hari seorang raksasa melewati tempat tinggal mereka. Raksasa itu mendengar doa suami istri itu. Raksasa itu kemudian memberi mereka biji mentimun.

“Tanamlah biji ini. Nanti kau akan mendapatkan seorang anak perempuan,” kata Raksasa. “Terima kasih, Raksasa,” kata suami istri itu. “Tapi ada syaratnya. Pada usia 17 tahun anak itu harus kalian serahkan padaku,” sahut Raksasa. Suami istri itu sangat merindukan seorang anak. Karena itu tanpa berpikir panjang mereka setuju.

Suami istri petani itu kemudian menanam biji-biji mentimun itu. Setiap hari mereka merawat tanaman yang mulai tumbuh itu dengan sebaik mungkin. Berbulan-bulan kemudian tumbuhlah sebuah mentimun berwarna keemasan.

Buah mentimun itu semakin lama semakin besar dan berat. Ketika buah itu masak, mereka memetiknya. Dengan hati-hati mereka memotong buah itu. Betapa terkejutnya mereka, di dalam buah itu mereka menemukan bayi perempuan yang sangat cantik. Suami istri itu sangat bahagia. Mereka memberi nama bayi itu Timun Mas.

Tahun demi tahun berlalu. Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang cantik. Kedua orang tuanya sangat bangga padanya. Tapi mereka menjadi sangat takut. Karena pada ulang tahun Timun Mas yang ke-17, sang raksasa datang kembali. Raksasa itu menangih janji untuk mengambil Timun Mas.

Petani itu mencoba tenang. “Tunggulah sebentar. Timun Mas sedang bermain. Istriku akan memanggilnya,” katanya. Petani itu segera menemui anaknya. “Anakkku, ambillah ini,” katanya sambil menyerahkan sebuah kantung kain. “Ini akan menolongmu melawan Raksasa. Sekarang larilah secepat mungkin,” katanya. Maka Timun Mas pun segera melarikan diri.

Suami istri itu sedih atas kepergian Timun Mas. Tapi mereka tidak rela kalau anaknya menjadi santapan Raksasa. Raksasa menunggu cukup lama. Ia menjadi tak sabar. Ia tahu, telah dibohongi suami istri itu. Lalu ia pun menghancurkan pondok petani itu. Lalu ia mengejar Timun Mas ke hutan.

Raksasa segera berlari mengejar Timun Mas. Raksasa semakin dekat. Timun Mas segera mengambil segenggam garam dari kantung kainnya. Lalu garam itu ditaburkan ke arah Raksasa. Tiba-tiba sebuah laut yang luas pun terhampar. Raksasa terpaksa berenang dengan susah payah.

Timun Mas berlari lagi. Tapi kemudian Raksasa hampir berhasil menyusulnya. Timun Mas kembali mengambil benda ajaib dari kantungnya. Ia mengambil segenggam cabai. Cabai itu dilemparnya ke arah raksasa. Seketika pohon dengan ranting dan duri yang tajam memerangkap Raksasa. Raksasa berteriak kesakitan. Sementara Timun Mas berlari menyelamatkan diri.

Tapi Raksasa sungguh kuat. Ia lagi-lagi hampir menangkap Timun Mas. Maka Timun Mas pun mengeluarkan benda ajaib ketiga. Ia menebarkan biji-biji mentimun ajaib. Seketika tumbuhlah kebun mentimun yang sangat luas. Raksasa sangat letih dan kelaparan. Ia pun makan mentimun-mentimun yang segar itu dengan lahap. Karena terlalu banyak makan, Raksasa tertidur.

Timun Mas kembali melarikan diri. Ia berlari sekuat tenaga. Tapi lama kelamaan tenaganya habis. Lebih celaka lagi karena Raksasa terbangun dari tidurnya. Raksasa lagi-lagi hampir menangkapnya. Timun Mas sangat ketakutan. Ia pun melemparkan senjatanya yang terakhir, segenggam terasi udang. Lagi-lagi terjadi keajaiban. Sebuah danau lumpur yang luas terhampar. Raksasa terjerembab ke dalamnya. Tangannya hampir menggapai Timun Mas. Tapi danau lumpur itu menariknya ke dasar. Raksasa panik. Ia tak bisa bernapas, lalu tenggelam.

Timun Mas lega. Ia telah selamat. Timun Mas pun kembali ke rumah orang tuanya. Ayah dan Ibu Timun Mas senang sekali melihat Timun Mas selamat. Mereka menyambutnya. “Terima Kasih, Tuhan. Kau telah menyelamatkan anakku,” kata mereka gembira.

Sejak saat itu Timun Mas dapat hidup tenang bersama orang tuanya. Mereka dapat hidup bahagia tanpa ketakutan lagi.
Semoga bermanfaat Cerita Rakyat Timun Mas ini adan kami Ucapkan terimakasih atas Kunjungannya dan Kunjungi Kumpulan Cerita Rakyat yang lainnya.

sumber

 
Copyright © 2014. Powered by Jurirakyat